Jumat, 22 Februari 2013

PSIKOLOGI PADA MASA NIFAS


KONSEP MEDIS

  1. DEPRESI POSTPARTUM
       A.    Defenisi
Depresi post partum adalah depresi berat yang terjadi 7 hari setelah melahirkan dan berlangsung 30 hari.
Gejala-gejala depresi postpartum adalah sebagai berikut:
1.      Perasaan sedih yang menyeluruh
2.      Ketidakmampuan berhenti menangis
3.      Peningkatan kecemasan (mengenai kesehatan diri sendiri dan bayinya)
4.      Rasa tidak aman
5.      Kelelahan yang berlebihan
6.      Sulit tidur bahkan setelah bayi lahir
7.      Tidak menyukai atau takut menyentuh bayinya

       B.     Etiologi
Ada beberapa hal yang menyebabkan Depresi postpartum, diantaranya:
1.      Dukungan sosial
2.      Emotional relation ship
3.       Komunikasi dan kedekatan antara keluarga, tekhusu suami
4.      Struktur keluarga
5.      Perkawinan  yang tidak baik
6.      Demografi
7.      Lingkungan  yang tidak memungkin kan.

       C.     Penatalaksanaan
1.      Dapat riwayat kesehatan selama priode antepartum untuk mengidentifikasi resiko potensial terjadi depresi postpartum
2.      Atur konseling selama periode antepartum pada klien yang beresiko
3.      Bantuan klien untuk mengatur mekanisme dukungan yang baik selama periode antepartum jika dia ditanyakan beresiko terhadap depresi post partum
4.      Dapatkan riwayat kesehatan post partum yang akurat termasuk demografi, informasi mengenai dukungan dan bantuan dirumah
5.       Kaji proses hubungan ibu dan anak
6.       Tawarkan dukungan, dorongan dan bantuan kepada klien untuk memahami bahwa perasaan depresi dalam beberapa hari setelah melahirkan adalah normal
7.      Peningkatan klien bahwa jika depresinya berlanjut lebih dari beberapa hari dia harus berkonsultasi
8.      Atur konseling selanjutnya jika klien yang memperlihatkan tanda depresi berlanjut.
Bidan dapat membantu dengan cara :
1.      Sensitif pada reaksi ibu
2.      Terlibat dengan terjadinya pada bulan-bulan awal setelah kelahiran
3.      Menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi sehingga ibu dapat mengekspresikan persoalan, keraguan dan kecemasan
4.      Jika dilakukan sejak dini, penyakit ini dapat disembuhkan dengan obat-obatan dan konseling jika depresinya berat atau berkepanjangan perlu dirawat di rumah sakit.

       D.    Pencegahan
Ada cara-cara menghidari atau mengatasi depresi, yaitu:
1.      Batasi pengunjung jika kehadiran mereka ternyata malah mengganggu waktu istirahat anda
2.      Untuk sementara waktu hindari komsumsi coklat atau gula dalam jumlah yang berlebihan karena dapat menjadi bahan pemicu depresi
3.      Perbanyak mendengar musik favorit anda agar anda dapat merasa lebih rileks disarankan  musik-musik yang menenangkan
4.      Lakukan olahraga atau latihan ringan, cara ini selain ampuh dalam mengurangi depresi, tapi juga dapat membantu mengembalikan bentuk tubuh
5.      Sesekali berpergianlah agar anda tak merasa bosan, karena berada di rumah
6.      Dukungan yang suportif dari suami dan anggota keluarga lainnya sangat berpengaruh bagi keadaan psikis ibu. (www.depresimelahirkan.com)


       2.      POST PARTUM BLUES
A.    Defenisi
Post partum blues merupakan kesedihan atau kemurungan setelah melahirkan, biasanya hanya muncul sementara waktu yakni sekitar dua hari hingga 10 hari sejak kelahiran bayinya.
Gejala-gejala post partum blues, sebagai berikut :
                  1.  Cemas tanpa sebab
                  2.  Menangis tanpa sebab
                  3.  Tidak percaya diri
                  4. Tidak sabar
                  5.  Sensitif, mudah tersinggung
                  6. Merasa kurang menyangi bayinya
                  7. Tidak memperhatikan penampilan dirinya
                  8. Kurang menjaga kebersihan dirinya
                  9.  Gejala fisiknya seperti : kesulitan bernafas, ataupun perasaan yang berdebar-debar.
                  10.  Ibu merasakan kesedihan, kecemasan yang berlebihan
                  11.  Ibu merasa kurang diperhatikan oleh suami ataupun keluarga.

B.     Etiologi
Ada beberapa hal yang menyebabkan postpartum blues, diantaranya:
1.      Lingkungan melahirkan yang dirasakan kurang nyaman oleh ibu.
2.      Kurang dukungan dari keluarga mauoun suami
3.      Sejarah keluarga atau pribadi yang mengalami gangguan psikosis.
4.      Hubungan seks yang kurang menyenangkan setelah melahirkan.
5.      Tidak ada perhatian dari suami maupun keluarga.
6.      Tidak mempunyayi pengalaman menjadi orangtua dimasa kanak-kanak atau remaja. Misalnya, tidak mempunya saudara kandung untuk dirawat.
Postpartum blues tidak berhubunga dengan perubahan hormonal, bikimia atau kekurangan gizi. Antara 8% sampai 12% wanita dapat menyesuiakan peran sebagai orangtua dan menjadi sangat tertekan sehingga mencari bantuan dokter.


C.     Penatalaksanaan
Penatalaksanaan disini adalah cara mengatasi gangguan psikologis pada nifas dengan post partum blues. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu :
1.      Dengan cara pendekatan komunikasi teraupetik, tujuannya agar menciptakan hubungan baik antara bidan dengan pasien dalam rangka kesembuhannya denga cara:
a.       Mendorong pasien mampu meredakan segala ketegangan emosi
b.      Dapat memhamai dirinya
c.       Dapat mendukung tindakan konstruksi.
2.      Peningkatan support mental/dukungan keluarga dalam mengatasi gangguan psikologis yang berhubungan dengan masa nifas dalam menjalani adaptasi setelah melahirkan, ibu akan mengalami fase-fase, sebagai berikut :
a.       Fase taking in yaitu periode ketergantungan yang berlangsung pada hari pertama sampai hari kedua setelah melahirkan. Pada saat itu focus perhatian ibu hanya pada dirinya sendiri, pengalaman selama proses persalinan sering berulang-ulang diceritakannya. Hal ini membuat cenderung ibu menjadi pasif terhadap lingkungannya.
b.       Fase taking hold yaitu periode yang berlangsung antara 3-10 hari setelah persalinan. Pada fase ini ibu merasa khawatir akan ketidak mampuannya dan rasa tanggung jawabnya dalam merawat bayi. Pada fase ini ibu karena saat ini merupakan kesempatan yang baik untuk menerima berbagai penyuluhan dalam  merawat diri dan bayinya sehingga timbul percaya diri.
c.        Fase letting go, merupakan fase menerima tanggung jawab akan peran barunya yang berlangsung sepuluh hari setelah melahirkan. Ibu sudah dapat menyesuaikan diri, merawat diri dan bayinya sudah meningkat
D.    Pencegahan
Post partum blues dapat dicegah dengan cara :
1.      Aanjurkan ibu untuk merawat dirinya, yakinkan pada suami atau keluarga untuk selalu memperhatikan si ibu
2.      Menu makanan yang seimbang
3.      Olah raga secara teratur
4.      Mintalah bantuan pada keluarga atau suami untuk merawat ibu dan bayinya.
5.      Rencanakan acara keluar bersama bayi berdua dengan suami  dan rekreasi


3.      POSTPARTUM PSIKIS
A.    Defenisi
Postpartum psikosa adalah depresi yang terjadi pada minggu pertama dalam 6 minggu setelah melahirkan.
Gejala postpartum psikis dalah sebagai berikut:
1.      Delusi
2.      Halusinasi
3.      Gangguan saat tidur
4.      Obsesi mengenai bayi
5.      Gaya bicara keras
6.      Menarik diri dari pergaulan
7.      Cepat marah
B.     Etiologi
1.      Riwayat keluarga penderita psikiatri
2.      Riwayat ibu menderita psikiatri
3.      Masalah keluarga dan perkawinan
C.     Penatalaksanaan
Penatalaksanaan disini adalah cara mengatasi gangguan psikologis pada nifas dengan post partum psikis. Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah ini yaitu : 1. Pemberian anti depresan
2. Berhenti menyusui
3. Dirawat dirumah sakit
4. Pencegahan

D.    Pencegahan
Post partum psikis dapat dicegah dengan cara :
1.      Beristirahat cukup
2.      Mengkonsumsi makanan dengan gizi yang seimbang
3.      Bergabung dengan orang-orang yang baru
4.      Bersikap fleksible
5.      Berbagi cerita dengan orang terdekat
6.      Sarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis